Tutup Toples Blink-Blink

, , 1 comment

Di hari yang cerah dan agak sedikit suram dengan wajah bete gue karena kebelet boker.  Suara klakson dan riweh sana-sini di pukul 4.30 pagi diiring suara azan yang mulai terdengar yang menandakan gue harus solat dan bangun dari tempat tidur gue, yaitu lantai.

Dikala gue menunggu kereta di ruang tunggu stasiun pasar senen sendirian setelah ditinggal teman gue yang pergi ke Semarang pagi ini, sembari menghubungkan charger handphone ke stop kontak dari sanalah semua bermula ...

Munculah sesosok bapak-bapak berkaca mata dan berpakaian rapi ala pengusaha sukses yang juga ingin men-cas HP-nya sebut saja dia “Jones”, memulai berbicara dengan nada sok akrab berkata “Mau kemana mas?”

Gue pun menjawab dengan keramahan orang Solo sembari tersenyum manis ala personel SNSD dan mulai menjawab “Mau ke solo pak, bapak mau kemana?”

Pak Jones menjawab “Saya mau ke Jakarta, ke Kemayoran, mau ada perkumpulan dengan para client dari seluruh dunia untuk membahas peredam sinyal Wifi.” Diapun bicara hal-hal yang gak penting dan sok akrab ke gue.

Gue menjawab dengan nada seolah-olah terkejut “woow, bapak emang dari mana?”

Pak Jones menjawab “Saya dari Semarang, mas masih kuliah ya?”

Gue menjawab “Iya, pak setahu saya belum ada penelitiannya kalau sinyal wifi / elektromagnetik itu berbahaya walaupun katanya emang gak baik untuk kesehatan”

Pak Jones pun dengan sigap mengambil tabletnya dan memperlihatkan presentasinya yang ada di tabletnya tersebut mengenai bahaya gelombang elektromagnetik tidak hanya presentasi bahkan diperlihatkan juga videonya.

Dia menjelaskan panjang kali lebar dan hasilnya begitu luas namun tidak jelas, ada beberapa hal yang membuat saya aneh, saya sempat bertanya beberapa hal mengenai gelombang ini dan dijawab seolah-olah seperti orang yang hanya menghapal saja. Gue kuliah di Informatika, jangan coba-coba bohong :-P.

Gue pun makin bertanya alatnya bagaimana ya ? kok hebat banget bisa menetralisir sinyal elektromagnetik. *Eitss... simpan pertanyaan itu diakhir acara :D*

Pak Jones agak malu-malu menunjukan alat penetralisir sinyal tersebut, dan tiba-tiba muncul sesosok nenek-nenek berkulit pucat dan agak sipit berpakaian ala pengusaha sukses di usia senja. 

Dikala Jibril yang muncul tiba-tiba dan berkata kepada Nabi Muhammad dengan perkataan indah yang pertama yaitu “Iqro” atau bacalah, nenek ini yang datang secara tiba-tiba dan berkata secara tiba-tiba pula mengatakan “ubah mainset anda!” kata-kata yang aneh dikala Pak Jones saja belum menunjukan alatnya dan baru menerangkan bahaya gelombang elektromagnetik, keganjilan pun mulai tampak jelas.

Pak Jones pun mulai mempraktikan bahaya gelombang elektromagnetik dengan menaruh gadget ditangan kiri anda dan ditangan kanan anda, anda harus menghubungkan ujung jempol dan ujung jari telunjuk sehingga membentuk lingkaran sekuat tenaga. Jadi permainannya begini, Pak Jones akan menarik jempol dan telunjuk anda agar tidak saling terhubung dan jika berhasil tidak terhubung itu artinya daya otak anda melemah akibat gadget disebelah kiri anda.

Dan disaat percobaan ternyata setiap ada gadget di tangan kiri gue, Pak Jones mampu membuka jari gue, saat tidak ada gadget di tangan kiri gue, Pak Jones tidak mampu membuka jari gue.

Menurut saya percobaannya Pak Jones agak aneh dan gak bisa diterima logika gue, Lalu, gue berpikir dan mulai menyusun hipotesis. Kemungkinan pertama karena konsentrasi kita terbagi akibat gadget di tangan kiri, tetapi gue lebih condong ke kemungkinan kedua, Pak Jones dengan sekuat tenaga membuka jari gue disaat ada gadget dan berpura-pura sudah sekuat tenaga di saat gadget tidak ada di tangan kiri gue, dan karena hipotesis yang kedua ini gue berpikir kalau pak Pak Jones dan Ibu Lopez (bukan nama sebenarnya) bermaksud mengajak gue untuk ikut MLM atau mau menipu gue.

Gue pura-pura tertipu oleh mereka dan bertanya “kok bisa ya, apa sih rahasianya”, dan Pak Jones pun menunjukan alatnya. Alhasil yang membuat gue terkejut di sini adalah alatnya, alatnya berbentuk tutup toples blink-blink tanpa ada kabel sedikitpun dan digantung layaknya flashdisk dan Ibu Lopez berbicara untuk bergabung dengan mereka dan berbisnis alat itu dan bereka berbicara kalau alat tersebut harganya 7jt dan penghasilan anda akan bertambah bahkan bisa sampai 200jt.

Pak Jones menerangkan  cara penggunaannya, dia berkata, “kamu cukup letakan HP mu diatas alat itu, kalau kamu punya ikan supaya gak stres dengan gelombang elektromagnetik masukan aja alat ini ke kolamnya”

Setelah mendengar dan melihat alatnya, hati kecil gue berkata “Apa 7jt? Untuk alat yang gak jelas yang bahkan lebih mirip tutup toples apakah ini alatnya Doraemon? Apa mungkin Pak Jones adalah Nobita dan Ibu Lopez adalah Shizuka? Dan gue semakin yakin kalau mereka adalah komplon MLM atau mungkin saja penipu ulung.”

Ibu Lopez mulai berkoar-koar layaknya Mario Tegur, ubah mainset anda, ubah mainset anda, ubah mainset anda. Medengar perkataan Ibu Lopez yang seperti kaset kusut yang bicaranya itu-itu saja, gue seperti merasa terkena Genjutsu Izanami milik Itachi (maksudnya terkena De’ Javu). Ibu lopez juga bahkan berniat mengajak saya kepertemuan dunia tersebut jika saja saya belum beli tiket, gue berkata dalam hati “Ogah gue pergi sama kalian, walau dibayar sekalipun bisa saja dia berbuat jahat ke kita, ini Jakarta jangan jadi orang yang terlalu lugu.”

Saya bertanya kepada Pak Jones “Bapak mahasiswa elekto ya?”

Pak Jones menjawab “Saya pengusaha resto”

Coba anda pikirkan, apa hubungannya pengusaha resto dengan gelombang elektomagnetik. Telinga gue udah mual dengan semua prospek-prospek yang mereka iming-imingi. Gue pun melirik jijik ke alat tersebut dan seolah-olah sedang ditunggu kakak yang ada di depan stasiun gue langsung bergegas pergi .

Hikmah:
Anda harus berhati-hati dengan orang yang sok akrab dengan anda, gunakan logika anda, jika logika anda gak sampai jang coba-coba, jangan sampai jadi korban penipuan. Tetaplah waspada!



1 komentar: