Kode : S001

Kode : S002

Kode : S003

Kode : S004 

Kode : S005


 Kode : S006

Kode : S007

Kode : S008

 Kode : S009

Kode : S010

Harga :
  • Aquarium : 6.000.000
  • Meja Rias : 4.000.000
  • Rak dua pintu : 5.500.000
  • Lemari lima pintu : 10.000.000
  • Lemari lengkung empat pintu : 10.000.000
  • Lemari sudut : 5.500.000
  • Meja ukir segi enam : 4.000.000

Pembelian hubungi :

Reni Puspita
Telepon/SMS : 089628617826
Pin BB: 59675222



Info dan tata cara pemesanan dapat diklik di sini atau klik gambar di atas



TAS SUJU

 

TAS SUJU ELF1
Kode Barang : CCAA001
Harga : Rp.160.000


  

TAS SUJU ELF2
Kode Barang : CCAA002
Harga : Rp.170.000 

TAS SUJU ALL MEMBER
Kode Barang : CCAA003
Harga : Rp.165.000

  

GOODY BAG BLUE LIGHT SUJU
Kode Barang : CCAA004
Harga : Rp.168.000 



TAS HANDBAG SUJU  PERSONNEL
Kode Barang : CCAA005
Harga : Rp.140.000
TAS BACKPACK SUJU ALL BLUE
Kode Barang : CCAA006
Harga : Rp.280.000

KOTAK PENSIL



KOTAK PENSIL SUJU WITH THE STAR
Kode Barang : CCAB001
Harga : Rp.62.000

  
KOTAK PENSIL SUJU SHOW4
Kode Barang : CCAB002
Harga : Rp.70.000


DOMPET SUJU

DOMPET SUJU WITH ELF
Kode Barang : CCAC001
Harga : Rp.170.000


HEADPHONE SUJU


HEADPHONE ELF
Kode Barang : CCAD001
Harga : Rp.172.000


TOPI SUJU



TOPI SUJU WITH ELF
Kode Barang : CCAE001
Harga : Rp.90.000

BOTOL MINUM & GELAS SUJU




BOTOL MINUM SUJU SEXY FREE AND SINGLE
Kode Barang : CCAF001
Harga : Rp.100.000

LIGHTSITCK SUJU


LIGHTSTICK GLASS SUJU
Kode Barang : CCAG001
Harga : Rp.75.000


LIGHTSTICK CUBICAL SUJU
Kode Barang : CCAG002
Harga : Rp.145.000

JAM TANGAN SUJU

JAM LED SUJU MANY COLOR
Kode Barang : CCAI001
Harga : Rp.150.000



Terima kasih sudah berkunjung disini, kami tunggu pembeliannya ^_^



 
Illustration by www.google.com

Kode Etik Ilmiah

Pengertian: Seperangkat etika atau pedoman etis yang telah disepakati secara umum dalam mengusulkan, melaksanakan, melaporkan, dan mempublikasikan penelitian
  1. kejujuran,
  2. objektivitas,
  3. integritas,
  4. kecermatan,
  5. keterbukaan,
  6. penghargaan karya orang,
  7. kerahasiaan
  8. bertanggungjawab,
  9. nondiskriminatif,
  10. kompetensi,
  11. legalitas,
  12. penanganan subjek hayati,
  13. pengambilan keputusan etis
Pelanggaran Etika dalam Publikasi Ilmiah

Fabrikasi (fabrication)
mengarang, membuat atau “mempercantik” data atau hasil penelitian tanpa adanya proses ilmiah untuk dilaporkan atau dipublikasikan.

Falsifikasi/pemalsuan (falsification)
  1. memalsukan atau memanipulasi hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan/atau hasil penelitian
  2. menyampaikan bahan, peralatan, proses penelitian, atau hal lain yang sebenarnya tidak digunakan
  3. menghilangkan atau menambahkan sebagian hasil penelitian tanpa adanya justifikasi ilmiah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, lebih akurat atau lebih lengkap
Plagiat (plagiarism)
mengambil hak kekayaan intelektual (intelectual property rights) orang lain dan menyatakan sebagai miliknya

Kepenulisan (authorship)
  1. Penulis dari suatu artikel ilmiah merupakan orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan riset dan penulisan artikel tersebut
  2. Jika keterlibatannya dirasakan tidak signifikan, maka seseorang dapat ditempatkan juga pada bagian ucapan terima kasih/penghargaan atau acknowledgement
  3. Kesalahan dalam penulisan karya ilmiah yang berkaitan dengan kepenulisan adalah:
    1. memasukkan nama seseorang yang tidak mempunyai kontribusi sebagai bagian dari penulis (honorary/gift author)
    2. menghilangkan nama seseorang yang mempunyai kontribusi penelitian dan/atau penulisan karya ilmiah dari daftar penulis (ghost author) atau dari acknowledgement
Konflik kepentingan (conflict of interest)
Contoh tindakan yang termasuk dalam konflik kepentingan adalah
  1. menyampaikan hasil penelitian sesuai dengan keinginan pihak pemberi dana (sponsor) tanpa dilakukan penelitian dengan baik dan benar
  2. publikasi pada jurnal tanpa dilakukan proses review sesuai dengan aturan yang berlaku
  3. publikasi yang dilakukan oleh penulis pada jurnal dimana penulis bertindak sebagai pengelola, pimpinan unit pengelola jurnal atau jabatan lain, tanpa melalui proses review yang benar
Pengiriman ganda (multiple submission)
Penyampaian proposal penelitian (yang sama) kepada lebih dari satu pihak penyandang dana atau pengajuan manuskrip (yang sama) kepada lebih dari satu jurnal tanpa adanya perbedaan yang signifikan

Retaliation (Perlawanan kode etik)
Tindakan perlawanan atau pembalasan terhadap kode etik ilmiah dan seseorang yang melaporkan atau memberikan informasi dugaan pelanggaran kode etik ilmiah dimasukkan sebagai tindakan yang melanggar kode etik.
Selain itu termasuk dalam kategori ini adalah tindakan melawan atau tidak menerima untuk diperiksa atas sangkaan pelanggaran kode etik ilmiah

Yang Bukan Pelanggaran Etika dalam Publikasi Ilmiah

Kesalahan yang tidak disengaja yang disampaikan dengan jujur (honest error) dan perbedaan opini atau hasil dengan publikasi terdahulu bukan merupakan kegiatan pelanggaran kode etik

Definisi & Tujuan Plagiat

Definisi Umum Plagiat
pengambilan atau penyampaian hak kekayaan intelektual yang berupa ide, karya ilmiah/ tulisan/ teknologi/ seni atau karya lainnya milik orang/ institusi secara keseluruhan atau sebagian oleh seseorang/institusi tanpa melakukan sitasi atau rujukan dengan baik dan benar

Tujuan Plagiat
biasanya adalah memberikan persepsi kepada pembaca bahwa ide atau karya ilmiah/tulis/teknologi/seni yang diambil adalah seolah-olah milik penulis

Definisi & Tujuan Plagiat menurut Permendiknas No. 17/2010
perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai

Jenis Plagiat
  1. Pengelompokan umum
  2. Plagiat terhadap naskah (teks, kalimat, kata-kata)
  3. Plagiat terhadap data (angka, tabel, grafik)
  4. Untuk mengaburkan tindakan plagiat, penulis memodifikasi data yang diambil untuk memberikan kredibilitas seolah-olah data tersebut milik penulis
  5. Tindakan plagiat dapat dilakukan sengaja atau tidak sengaja.
  6. Ketidaksengajaan dalam melakukan plagiat disebabkan oleh
  7. ketidakmampuan penulis dalam memberikan sumbangan ilmiah dalam karya yang dibuat
  8. ketidaktahuan/ ketidaktepatan dalam melakukan rujukan/sitasi
Contoh Plagiat
  1. Clone: Menyampaikan karya orang lain, kata demi kata, sebagai miliknya sendiri
  2. Hybrid: Mengabung-gabungkan karya orang lain dari banyak sumber menjadi suatu karya ilmiah tanpa adanya kontribusi penulis secara signifikan
  3. Recycle: Menyalin bagian dari karya orang lain (buku, artikel atau sumber-sumber elektronik) tanpa memberikan suatu kutipan
  4. Mash Up: Mendasarkan pada kerja orang lain yang terlalu banyak sehingga kontribusi penulis tidak terlihat secara signifikan
  5. Error: Memberikan informasi dan data yang tidak benar dengan sengaja. Hal ini bertolak belakang dengan esensi tujuan publikasi untuk pengembangan ipteks. Memberikan rujukan atau sitasi yang tidak benar juga termasuk kriteria plagiat jenis ini
  6. Persekongkolan: memberikan atau mengambil hak kepenulisan (authorship) kepada/dari orang lain walaupun dengan sukarela. Termasuk dalam kategori ini adalah pembelian, peminjaman hasil pekerjaan dan mengirimkan sebagai karya sendiri
  7. Duplikasi: penerbitan karya ilmiah secara utuh atau sebagian yang telah dipublikasikan sebelumnya tanpa memberikan sitasi dan tanpa adanya hasil tambahan yang signifikan yang berguna dalam pengembangan ipteks dalam bidang tersebut.  Publikasi dari dokumen yang belum dipublikasikan (unpublished document) oleh penulis yang sama tidak memerlukan sitasi. Sitasi terhadap karya sendiri diharuskan jika karya tersebut telah dipublikasikan (telah dimuat dalam media yang mempunyai ISSN dan/atau ISBN) namun sitasi terhadap karya orang lain harus dilakukan meskipun karya tersebut belum dipublikasikan

Lihat : http://www.lc.unsw.edu.au/onlib/plag.html; http://www.plagiarism.org/
Sumber:
  1. TIM Dirjen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenristek dan Pendidikan Tinggi


Presentasi di Lomba Karya Tulis Ilmiah
Lomba karya tulis ilmiah (LKTI) seharusnya bukan hal yang asing lagi bagi pelajar yang pernah bergelut dengan ekstrakulikuler KIR (Karya Ilmiah Remaja).

Saya sedikit banyak pernah mengikuti beberapa lomba LKTI, mungkin kita mulai dengan pertanyaan "Apa itu LKTI?", LKTI ini merupakan suatu ajang yang diselengarakan untuk menyaring ide-ide kreatif dari para pelajar (siswa ataupun mahasiswa).

"Kenapa ada LKTI?"

Hmm... sejauh ini yang saya ketahui, LKTI di Indonesia hanya sebatas mengompetisikan ide, acara selesai ya sudah. Walaupun teman saya pernah mengikuti kompetisi yang menghadirkan Stakeholder (pihak-pihak yang dapat membantu mengimplemetasikan ide kita, contoh : pemerintah daerah, dsb.). Yah begitulah... pengembangan ide selanjutnya umum diserahkan pada peserta lomba. Jadi intinya kebanyakan LKTI yang saya ketahui hanya untuk kompetisi saja, akan sangat disayangkan jika ide hanya berakhir di kompetisi yang hasilnya hanya berupa sertifikat + hadiah bukan pengembangan profesional secara berkelanjutan. Untuk para inovator muda sekalian, harapan saya agar kalian mengembangkan ide dengan sungguh-sungguh jangan anget-anget tahi ayam selesainya cuma kompetisi doank, kalau bisa bahkan bisa dirasakan ke masyarakat dampak dari ide kita.

"Siapa saja yang bisa ikut LKTI?"

Jawabannya: tergantung dari penyelengara lombanya, kalau itu hanya ditunjukan untuk pelajar SMA sederajat itu artinya mahasiswa tidak bisa ikut ataupun sebaliknya. Dalam penyelengaraan LKTI, peserta lomba umunya salah satu dari berikut ini: Pelajar, Mahasiswa, atau Umum.

"Di mana diselengarakannya?"

Umumnya penyelengaranya adalah universitas atau perguruan tinggi, walaupun panitianya adalah mahasiswa.

"Apa untungnya kita ikut LKTI?"

  1. Mendapatkan prestasi (mendapatkan sertifikat)
  2. Mencari pengalaman dalam berkompetisi (buat nambah CV)
  3. Belajar berbicara dalam presentasi (di kompetisi kita bisa liat cara orang presentasi dengan keren)
  4. Jalan-jalan (gratis kalau ada bantuan dana dari sekolah atau kampus)
"Kapan lomba LKTI?"

Untuk mencari lomba-lomba LKTI kalian bisa cari di google dan mengetikan lomba LKTI di sana ada banyak, pastikan lihat tanggal acaranya kapan mulai pendaftaran dan mengumpulkan karyanya.

"Bagaimana cara mengikuti lomba LKTI?"

  1. Cari lomba LKTI yang sesuai di Google.
  2. Pastikan tanggal, lokasi penyelenggaraan dan peruntukannya sesuai dengan keinginan anda.
  3. Lihat tema lomba dan sub-temanya karena ini akan menjadi acuan dalam kita membuat karya tulis, kalau tidak sesuai tema umumnya tidak diloloskan.
  4. Baca dengan seksama panduan lomba.
  5. Kumpulkan karya tulis anda sebelum batas pengumpulan akhir (deadline).
  6. Cek secara berkala email anda, biasanya pengumuman dilakukan via email atau website.
  7. Jika lolos hingga ke tahap presentasi karya, anda bisa pergi ke acara kompetisi dengan membawa nama sekolah/universitas (supaya dapat bantuan dana hehe..), jangan lupa bagi yang berstatus mahasiswa, umunya harus mengurus berkas-berkas ke pihak universitas/fakultas untuk mendapatkan bantuan dana.
  8. Presentasi
  9. Pengumuman juara.
  10. Field Trip alias jalan-jalan, ini tergantung penyelenggaranya diadakan jalan-jalan atau tidak.

Mungkin sampai disana dulu informasi dari saya untuk para kerabat inovator muda sekalian, semoga bisa sukses berkompetisi.

Batu peliharaan, mengatasi masalah binatang peliharaan yang rewel
Kalau kalian baca judul di atas mungkin akan bertanya-tanya, apa ada yang mau membelinya? atau apa orang yang membeli itu waras? Pengalaman dari jutawan ini mungkin sangat cocok untuk para inovator muda sekalian, berikut ceritanya.

Gary Ross Dahl adalah orang dibalik semua itu, yang menciptakan sebuah fenomena baru yaitu batu sebagai hewan peliharaan di tahun 70-an.

Ini bermula ketika Gary bersama teman-temannya sedang membicarakan hewan peliharaan. Pembahasan mengenai sulitnya mengurus hewan peliharaan pun terlontar dari mulut teman-temannya.

Keluh kesah teman-temannya tersebut menjadi sebuah inspirasi bagi Gary untuk memulai bisnis batu hewan peliharaan. Ia pun merancang batu dengan dimasukkan ke dalam kotak kardus yang telah diberikan lubang-lubang kecil dan dilengkapi serpihan kayu halus.

Benar-benar tampak cantik seperti menjual hewan peliharaan sesungguhnya.

Fenomena tersebut pun menarik perhatian banyak orang. Tidak sedikit juga masyarakat membeli batu peliharaan tersebut hingga membuatnya menjadi seorang jutawan pada masanya.

Dari kisah tersebut yang mau saya tekankan bukanlah untuk menjadi orang yang dianggap gila. Tetapi, disini saya menekankan bagaimana kita sebagai manusia harus banyak mendengar seperti yang dilakukan oleh Gary. Lalu, apalah artinya mendengar tanpa memberikan solusi. Solusi yang dilakukan oleh Gary tadi salah satu contohnya didukung dengan kemampuan menganalisis masalah dan peluang, dia mampu menciptakan konsep Pet Rock yang menjadi Booming di seluruh dunia pada masanya.
Apa dia gila?
Jawabannya : "Ya!"
Tetapi apa kegilaannya tersebut menyelesaikan masalah orang lain?
Jawabannya : "Ya!"
Semoga ini dapat menjadi pengalaman berharga untuk kita sebagai para inovator muda. 
Perbandingan ukuran ikan mas : (kiri) Ikan mas di alam bebas, (kanan) ikan mas di akuarium
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kanada, membuang ikan mas (Latin: Cyprinus carpio) ke alam bebas terbukti dapat mengubah spesies ikan. Sehingga, jangan heran jika Anda menemukan ikan mas tersebut dapat berukuran berkali-kali lipat dibanding saat berada di akuarium.

Menurut Kate Wilson, peneliti spesialis hewan air dan spesies pengganggu dari Taman dan Lingkungan Hidup Kanada, ikan mas adalah spesies yang dianggap hewan pengganggu. Mereka tidak memiliki predator alami dan sanggup hidup dalam kondisi air yang buruk.

“Ikan terbesar yang kami tangkap berukuran sebesar piring makan,” ungkap Wilson, dikutip CNN.
“Ini sisi gila dari hewan air yang biasa dipelihara. Anda menyimpan mereka di akuarium dan mereka terlihat kecil dan lucu. Begitu Anda melepaskannya ke alam bebas, ukuran mereka membengkak dan menghabiskan makanan yang ada di alam,” sambung Wilson.

Tingkat adaptasi hewan ini bukan main, ikan-ikan ini mampu bereproduksi di lingkungan yang dingin, kasar, dan rendah kadar oksigennya, seperti di Fort McMurray yang terletak 275 mil (442,5 km) ke Selatan dari Edmonton, Alberta. Di tempat ini, mereka menemukan empat generasi ikan tersebut.

Namun, Wilson menganggap membuang ikan ke saluran air bukanlah tindakan bijak.
“Kami perkirakan ada ratusan hingga ribuan ikan berenang bebas di sungai dan air. Hal yang saya khawatirkan adalah bahwa orang-orang mengira ini tindakan wajar. Kita perlu membetulkan informasi yang salah ini.”

Membuang ikan hidup dari satu sumber air ke sumber air lainnya adalah tindakan ilegal. Memasukan sembarang spesies hewan ke ekosistem yang bukan pada tempatnya akan menimbulkan dampak yang cukup berarti di lingkungan ekosistem tersebut, seperti dalam kasus ikan mas ini. Pemilik yang tidak menginginkan ikannya lagi punya beberapa opsi: mengembalikan ikan itu ke penjual atau memberikannya pada orang lain atau memasaknya.

Walaupun penelitian ini bukan dilakukan di Indonesia, amat penting kita untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Tidak semua ekosistem itu sesuai untuk semua spesies, dalam hal ini ikan mas, semakin sedikit predator alami di alam yang akan memangsa ikan tersebut populasi ikan tersebut akan semakin merugikan karena akan menghabiskan makanan hewan lain di air. Ikan mas sendiri bukanlah hewan asli Indonesia lihat disini.

qal:
C1
Layanan Bimbingan dan Konseling dilakukan di sekolah (sumber:www. google.com)
Rasional layanan bimbingan dan konseling di sekolah
UU No. 2/1989 Bab I pasal 1, ayat 1 :  ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang”
Peraturan Pemerintah No 28/1990, Bab X, pasal 25
  • Ayat 1: ”Bimbingan adalah bantuan kepada peserta didik untuk memahami diri, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan
  • Ayat 2 : ”Bimbingan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing”.
Permendiknas. No. 27/2008


Pengertian Dasar, Hakekat, dan Tujuan B.K.
Pengertian dasar:
B.K. adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi dan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendudkung berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Hakekat B.K.
Sebagai upaya memfasilitasi peserta didik yang selanjutnya disebut konseli, agar mampu mengembangkan potensi dirinya atau mencapai tugas-tugas perkembangannya---aspek fisik, emosi, intelektual, dan moral spiritual.
Tujuan B.K. :
membantu peserta didik mencapai perkembangan potensinya secara optimal sehingga mampu mencapai tugas-tugas perkembangannya, yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar dan karir mencapai peserta didik yang matang dan mandiri---memandirikan peserta didik

Program layanan bimbingan dan konseling di sekolah
Paradigma:
BK adalah pelayanan bantuan psikopendidikan dalam bingkai budaya
Pendekatan baru berorientasi perkembangan atau bimbingan dan konseling komprehensif yang didasarkan pada upaya mencapai tugas-tugas perkembangan, pengembangan potensi, dan pengentasan masalah konseli---pendekatan lama berorientasi tradisional, remedial, klinis, dan terpusat pada konselor.

Visi dan Misi:
Visi Profesi bimbingan dan konseling
Visi profesi konseling adalah berkembangnya potensi, bakat, dan minat peserta didik secara optimal serta tumbuhnya kemandirian dan kebahagiaan peserta didik yang berguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Misi:
  1. Misi pendidikan
  2. Misi pengembangan
  3. Misi pengentasan masalah

Sumber :
  1. Fadhilah, Siti S. 2015. Presentasi Materi Bimbingan dan Konseling. Universitas Sebelas Maret : Surakarta
Konselor sedang menangani masalah (kanan). (sumber :google.com)
BIMBINGAN DAN KONSELING

KONSEP DASAR LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Salah satu tugas utama dan tugas pokok Guru sebagai pendidik profesional adalah mengajar, mendidik dan membimbing bagi peserta didik.
Oleh karena itu, agar seorang guru dapat  melaksanakan tugas membimbing dengan benar perlu menguasai dasar ilmu bimbingan, memiliki sikap sebagai seorang “pembimbing” dan memiliki keterampilan melaksanakan bimbingan belajar bagi peserta didiknya.

LATAR BELAKANG PERLUNYA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Keberadaan manusia di masyarakat memperlihatkan adanya gejala yang mendasar (dimensi kemanusiaan) yang mencakup:
  1. dimensi keindividualan (individualitas)
  2. dimensi kesosialan (sosialitas)
  3. dimensi kesusilaan (moralitas)
  4. dimensi keberagamaan (religiusitas)
(Prayitno, 2008).

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu agar ia dapat mandiri, dengan menggunakan bahan berupa interaksi, saran, gagasan, dan asuhan, yang didasarkan atas norma-norma yang berlaku.
Konseling (konseling individual) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien), yang bermuara pada teratasi masalah yang sedang dihadapi klien
Konseling kelompok adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang konselor kepada beberapa klien (individu-individu klien dalam kelompok) melalui teknik-teknik yang sesuai, yang bermuara pada teratasi masalah yang sedang dihadapi oleh klien-klien tsb.

TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Tujuan umum : agar peserta didik atau konseli dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan bakat, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimiliki.
Tujuan khusus : agar peserta didik atau konseli mampu
  1. Memahami dirinya  dengan  baik
  2. Memahami lingkungannya dengan baik
  3. Membuat  pilihan  dan  keputusan  yang  bijaksana
  4. Mengatasi masalah-masalah  yang  dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di  luar sekolah.

FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

  1. pemahaman tentang diri klien , permasalahannya dan lingkungan klien.
  2. menghindari timbulnya atau meningkatnya kondisi bermasalah pada diri konseli atau klien. 
  3. mengurangi  dan   menurunkan  faktor organik dan stress.
  4. meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, penilaian  positif terhadap diri sendiri, dan dukungan kelompok.
  5. Mengentaskan masalah yang dialami seseorang.
  6. Memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu.
  7. Mengusahakan agar hal-hal yang sudah baik bertambah baik, kalau dapat lebih indah, lebih menyenangkan, memiliki nilai-nilai tambah daripada sebelumnya.

AZAS DI BIMBINGAN DAN KONSELING

azas kerahasiaan
Segala sesuatu yang dibicarakan klien kepada konselor tidak boleh disampaikan kepada orang lain, atau lebih-lebih hal atau keterangan yang tidak boleh atau tidak layak diketahui orang lain. Dengan kata lain, kerahasiaan masalah klien harus dijaga. 
azas kesukarelaan
Klien diharapkan secara suka dan rela tanpa ragu-ragu ataupun merasa terpaksa, menyampaikan masalah yang dihadapinya, serta mengungkapkan segenap fakta, data, dan seluk beluk berkenaan dengan masalahnya itu kepada konselor; dan konselor juga hendaknya dapat memberikan bantuan dengan tidak terpaksa, atau dengan kata lain konselor memberikan bantuan dengan ikhlas.
azas keterbukaan
Keterbukaan ini    bukan  hanya   sekedar   bersedia menerima saran-saran dari luar, malahan lebih dari itu, diharapkan masing-masing  pihak  yang  bersangkutan bersedia membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah. Individu yang membutuhkan bimbingan diharapkan dapat berbicara sejujur mungkin dan berterus terang tentang dirinya sendiri .
azas kekinian
Masalah individu yang ditangani ialah masalah-masalah yang sedang dirasakan, bukan masalah yang sudah lampau, dan juga bukan masalah yang mungkin akan dialami di masa yang akan datang. Konselor juga tidak boleh menunda-nunda dalam memberikan bantuannya kepada klien, termasuk bila jelas-jelas nampak adanya individu siswa yang bermasalah , konselor harus segera memberikan bantuan meskipun tidak diminta.
azas kemandirian
Pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan menjadikan si terbimbing dapat mandiri, tidak tergantung   pada   orang   lain   atau  tergantung pada konselor. Individu yang dibimbing setelah dibantu diharapkan dapat mandiri, dengan ciri-ciri: (1) mengenal diri sendiri dan lingkungan sebagaimana adanya, (2) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (3) mengambil keputusan untuk dan oleh diri sendiri, (4) mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang dibuatnya, (5) mewujudkan diri secara optimal sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.
azas kedinamisan
Azas kedinamisan mengacu pada hal-hal baru yang hendaknya terdapat pada dan menjadi ciri-ciri dari proses konseling dan hasil-hasilnya. Dalam hal ini upaya pelayanan bimbingan dan konseling menghendaki terjadinya perubahan tingkah laku kea rah yang lebih baik.
azas kegiatan
Usaha bimbingan dan konseling harus diikuti dengan kegiatan nyata klien untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling. Dalam hubungan ini, konselor harus membangkitkan semangat klien sehingga ia mampu dan mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan dalam penyelesaian masalahnya, baik dalam konseling yang berdimensi verbal maupun pada pola konseling ”multi dimensional” (yang mengandalkan transaksi verbal maupun mengandalkan penerapan  di luar sesi konseling).
azas keterpaduan
Untuk terselenggaranya azas keterpaduan, konselor perlu memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan  klien  dan   aspek-aspek    lingkungan klien, serta berbagai sumber yang dapat diaktifkan untuk menangani masalah klien. Kesemuanya itu dipadukan dalam keadaan serasi dan saling menunjang dalam upaya bimbingan dan konseling.
azas kenormatifan
Usaha BK tidak boleh bertentangan dengan norma-norma yang berlaku, baik norma agama, norma adat, norma   hukum/negara, norma ilmu, maupun kebiasaan sehari-hari. Demikian pula prosedur, teknik, dan peralatan yang dipakai tidak boleh menyimpang dari norma-norma yang dimaksudkan.
azas keahlian
Usaha BK perlu dilakukan secara profesional, teratur dan sistematik, dengan menggunakan prosedur, teknik, dan instrumen yang memadai; oleh tenaga-tenaga ahli yang khusus dididik untuk pekerjaan itu.  Azas keahlian juga mengacu kepada kualifikasi konselor,  misalnya  berpendidikan sarjana bidang bimbingan dan konseling serta pengalaman, artinya seorang konselor ahli harus benar-benar menguasai teori dan praktek konseling secara baik.
azas alih tangan (referral)
Dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling, jika konselor sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk membantu individu, namun individu yang bersangkutan belum dapat terbantu sebagaimana diharapkan, maka konselor dapat mengirim individu tersebut kepada lembaga atau orang yang lebih ahli.
azas tut wuri handayani
Konselor mengikuti saja apa yang menjadi jalan pikiran individu klien tersebut. Jadi, secara lebih lengkap peranan konselor adalah ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso,tutwuri handayani.

PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING

Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan bimbingan dan konseling:
  1. BK melayani semua  individu.
  2. Pelayanan BK perlu  menjangkau  keunikan  dan  kekompleksan pribadi individu.
  3. Pelayanan BK perlu mengenali dan memahami keunikan setiap individu dengan berbagai  kekuatan, kelemahan, dan permasalahannya.
  4. Pelayanan  BK harus mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan individu.
  5. Pelayanan BK perlu memahami perbedaan individu

Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu:
  1. bidang bimbingan dibatasi  hanya pada hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental dan fisik individu terhadap penyesuaian dirinya  di  rumah,   di sekolah, serta dalam kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan
  2. Keadaan sosial, ekonomi, dan politik yang kurang menguntungkan, dapat mengakibatkan salah-suai pada diri individu dan hal itu semua menuntut perhatian seksama dari para konselor dalam mengentaskan masalah klien.

Prinsip-prinsip  berkenaan  dengan program pelayanan bimbingan dan konseling:
  1. Program BK harus disusun dan dipadukan sejalan dengan program pendidikan dan pengembangan secara menyeluruh.
  2. Program BK harus fleksibel disesuaikan dengan kondisi lembaga, serta kebutuhan individu dan masyarakat.
  3. Program pelayanan BK disusun dan diselenggarakan  secara  berkesinambungan.
  4. Pelaksanaan BK hendaknya dievaluasi secara berkala.

Prinsip-prinsip  berkenaan dengan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling:
  1. Pelayanan BK diarahkan agar klien dapat menghadapi setiap kesulitan atau permasalahan yang dihadapinya.
  2. Keputusan yang diambil dan hendak dilakukan adalah kemauan klien sendiri.
  3. Permasalahan khusus yang dialami klien harus ditangani oleh tenaga ahli.
  4. BK dilaksanakan oleh tenaga ahli yang telah memperoleh pendidikan dan latihan khusus.
  5. Kerjasama antara konselor dengan guru dan orang tua amat diperlukan.
  6. Guru dan konselor harus mengembangkan peranan yang saling melengkapi untuk mengurangi hambatan yang ada pada lingkungan siswa.
  7. Perlu adanya program pengukuran dan penilaian terhadap individu serta pengadminstrasian data yang baik.
  8. Organisasi program bimbingan hendaknya flek-  sibel, disesuaikan dengan kebutuhan individu dan lingkungannya.
  9. Tanggung jawab  pengelolaan program dipegang oleh seorang pimpinan program yang terlatih dan terdidik secara khusus.
  10. Penilaian secara periodik perlu dilakukan terhadap program yang sedang berjalan.

Prinsip-prinsip berkenaan dengan Bimbingan dan Konseling Perkembangan:
  1. BK diperlukan oleh seluruh siswa.
  2. BK perkembangan memfokuskan pada pembelajaran siswa.
  3. Guru Pembimbing (Konselor) dan Guru adalah fungsionaris bersama dalam program bimbingan dan konseling perkembangan.
  4. Kurikulum yang diorganisasikan  dan  direncanakan merupakan bagian penting   dalam  bimbingan dan konseling perkembangan.
  5. Program bimbingan dan konseling perkembangan peduli pada  penerimaan diri, pemahaman diri, dan peningkatan diri.
  6. BK perkembangan memfokuskan pada proses mendorong perkembangan.
  7. BK perkembangan  lebih peduli pada pengembangan yang  terarah   dari pada akhir perkembangan yang definitif.
  8. BK perkembangan-- sebagai tim oriented--menuntut  pelayanan dari konselor profesional.

Sumber :
  1. Fadhilah, Siti S. 2015. Presentasi Materi Bimbingan dan Konseling. Universitas Sebelas Maret : Surakarta

Hi Kampus Budaya!
Pendidikan Teknik & Kejuruan (Engineering and Vocational Education)
Memulai semangat dengan semboyan:

Be Yourself and Make Yourself is Better ^_^
Assalamualaikum, dalam artikel kali ini saya ingin berbagi informasi Buah Tin atau Buah Ara. Buah ini pernah disebut dalam tiga kitab suci yaitu Islam, Injil, dan Taurat. Pastinya ada manfaat dari buah ini, dan ini telah dibuktikan para peneliti yang mengatakan kalau "Manfaatnya itu sebagai antioksidan, menangkal radikal bebas, kesehatan kulit, menambah insulin, mengurangi kolesterol, dan masih banyak lagi," ini salah satu yang membuat saya tertarik untuk mengembang biakan Buah Tin ini.




Untuk para pembaca yang berminat membudidayakan Buah Tin ini, baik untuk dikonsumsi sendiri atau untuk dijual bisa pesan ke saya, barang langsung dikirim dari Jakarta. Untuk pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi Contact Person dibawah ini:







 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Catatan%20Perjalanan%20FaisalMerupakan suatu ulasan cerita yang berdasarkan pengalaman pribadi saya yang dikupas secara tajam, faktual, dan frontal yang disusun menjadi artikel renyah yang dapat dicerna oleh otak para pembaca. Bukan hanya cerita-cerita yang baik yang akan diulas, cerita buruk dan konyolpun akan saya sajikan secara greget dan anti-mainstream.





 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Ranah%20ITArtikel-artikel yang ada pada Ranah IT ini berkutat pada bidang Informatika dan Komputer, ini bukan tanpa alasan. Ini lebih disebabkan karena saya berkuliah di Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer - FKIP -UNS, oleh sebab itu saya merasa perlu adanya media untuk menyampaikan pengetahuan yang saya ketahui selama berkuliah ini.




 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Blogku
Ini merupakan kumpulan artikel-artikel seputar blog emprorerfaisal.blogspot ini. Sehingga, pembaca tidak harus membaca bagian ini. Karena ditunjukan untuk internal blogger khususnya, sehingga terkadang kumpulan artikel di menu Blogku ini agak aneh. Tetapi bagian lain selain menu Blogku ini wajib anda baca . Hehehe
 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Save%20Our%20Earth
Menu Save Our Earth ini merupakan salah satu bentuk kepedulian saya akan perlunya menjaga kelestarian alam di bumi kita tercinta ini melalui media tulisan. Saya berharap dengan tulisan yang saya sebarkan melalui blog saya ini, mampu meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian bumi kita ini untuk masa depan yang lebih baik.



 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Pengetahuan%20UmumSemua artikel dalam menu ini merupakan pengetahuan umum yang penulis ketahui dan dapatkan. Diharapkan dengan adanya artikel-artikel ini, dapat berguna bagi pembaca dalam mencari referensi di internet. Dan juga diharapkan dapat menambah wawasan baru kepada pembaca. Amin ^_^



 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/Samudera%20PedagogikSamudera Pedagogik, mungkin agak asing bagi yang masih awam dengan istilah Pedagogik, biar saya terangkan. Pedagogik merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana membimbing  anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak. Menumbuhkan kemampuan Pedagogik pada para calon pengajar inilah salah satu tujuan diciptakannya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), fakultas tempat saya berkuliah di UNS. Jadi, Samudera Pedagogik ini berisi seluk beluk ilmu kependidikan yang saya ketahui dan peroleh dari perkuliahan di kampus.

 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/SyiarDisini bukan berisi tentang artikel yang menggurui. Di sini saya hanya ingin berbagi bagaimana saya merasakan keindahan cahaya Islam selama hidup saya. Allah telah banyak memberikan berkah dan nikmat hidup sejak saya kecil, dan dengan artikel ini saya ingin mencurahkan betapa indahnya Allah yang masuk kedalam hidup saya sekaligus saling mengingatkan dalam kebaikan (Fastabiqul Khoirot).


 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/shopSemua yang ada dalam menu Shop ini berisi barang-barang yang saya jual. Saya bekerja sambil berkuliah, insyallah saya berjualan dengan cara yang halal dan No Tipu-tipu. Moto saya dalam berdagang: "Kepuasan pelanggan adalah yang utama".
 ________________________________
http://emprorerfaisal.blogspot.com/search/label/AlamCinta Alam, sesuai dengan namanya, disini saya ingin menyajikan artikel-artikel tentang fenomena-fenomena unik yang terjadi di alam. Artikel ini bertujuan agar kita sebagai manusia sadar kalau tuhan telah menciptakan alam ini dengan begitu indah dan teraturnya, sebagai manusia sudah sepantasnya menjaga dan melestarikan alam kita ini.




Info dan tata cara pemesanan dapat diklik di sini atau klik gambar di atas


Buat kalian yang ingin merayakan kelulusan, gak ada salahnya menggunakan boneka imut dengan toga ini untuk memeriahkan perayaan kelulusan kalian ataupun hadiah teman yang baru saja lulus.



Info lengkap dapat menghubungi kontak dibawah ini: