Cara Belanda Membangun Daratan Buatan untuk Memperluas Wilayahnya

, , 1 comment
Netherland berarti dataran rendah, tanah rendah. Negeri ini sebagian tanahnya terletak d bawah titik permukaan laut. Karenanya, air merupakan bagian penting dalam cara hidup orang Belanda. Selain memudahkan mobilitas dan transportasi lewat saluran air berupa kanal dan sungai, air juga merupakan ancaman dan tantangan. Lalu, bagaimana cara orang Belanda membangun kota-kota di wilayah yang berada di bawah titik permukaan laut.

Negeri kincir angin tidaklah besar, tanahnya hanya seluas 41.548 km², dan lokasinya berada di muara sungai-sungai di eropa. Sekitar 60 persen penduduknya mendiami daerah pesisir yang disebut randstad dalam lingkaran segi empat kota Den Haag, Rotterdam, Utrecht dan Amsterdam. Di situlah konsentrasi kebanyakan penduduk.
Pembuatan daratan buatan  :

Membangun Nederland atau Lage Landen dari tanah tergenang air menjadi daratan yang bisa didiami manusia, telah dilakukan sejak dahulu, ketika nenek moyang mereka memulainya dengan membuat pematang raksasa (duinen). Tanah-tanah rendah itu dibentengi dengan bukit-bukit pasir buatan, membentang dari arah selatan negara Belgia sekarang, sampai ke wilayah Groningen dan Frisland di Belanda bagian Utara. Usaha memperluas dataran

Pematang raksasa berbentuk bukit pasir itu kemudian ditanami berbagai jenis rumput dan belukar, juga berbagai pohon kayu. Tumbuhnya rumput, belukar dan pohon, lambat laun menguatkan bukit-bukit pasir, hingga tanahnya tidak longsor dan tidak terkikis ombak dan air pasang-surut. Akar tumbuhan dan dedaunan yang sudah membusuk menjadi tanah disebut orang Belanda sebagai veenkleien.

Perjalanan waktu membuat munculnya daratan-daratan baru di sebalik lingkungan pematang atau duinen. Daratan semacam itu dinamakan polders. Sisa-sia air yang masih menggenang di sejumlah titik kemudian menciptakan danau-danau kecil yang mereka sebut lagunes dan plassen. Inilah yang kemudian dikeringkan dengan jalan memompa airnya keluar. Tanah yang bisa dihuni pun bertambah luas seiring berlalunya waktu.

Upaya mengeringkan lagunes dilakukan dengan menggunakan kincir angin, memompa air sampai kering. Namun, dari lagunes dan plassen yang sudah dikeringkan masih ada daratan buatan yang kelihatan rendah.Tanah terendah di Belanda dari bekas lagunes masih dapat dilihat di Prins Alexanderfolder, letaknya lebih enam meter di bawah titik permukaan laut. Selain itu, orang Belanda juga membuat tanggul-tanggul raksasa untuk melindungi wilayah yang tidak memilikidunien dari gelombang pasang-surut air laut. 



Tanggul raksasa yang disebut dijken itu misalnya dibangun sepanjang pantai dari Belgia sampai Frisland dan Groningen. Dijken melindungi bagian rendah di pinggir laut dan pinggiran sungai, utamanya dua sungai besar Eropa yang bermuara di Belanda. Ini masih dapat disaksikan sampai sekarang di pinggir pantai propinsi Zeeland, Noord Holland, Frisland dan Groningen. Di sejumlah tempat, tanggul-tanggul itu tingginya sekitar empat meter. Menurut catatan dari berbagai sumber, tanggul yang pertama di Belanda dibangun sekitar seribu tahun lalu. 




Selain duinen dan dijken di pinggir laut dan sungai-sungai yang tanahnya rendah, juga dibangun dam. Dam ini dibuat antara dua daratan yang dianggap rawan dan berbahaya, karena sewaktu-waktu bila terjadi topan dahsyat dan angin ribut serta air pasang besar.

Walaupun semua usaha orang Belanda menjadikan Lage Landen aman dari ancaman bahaya dan bencana air, tapi masih juga kebobolan. Watersnoodramp adalah contoh yang tidak akan dilupakan. Saat itu, 1 Februari 1953, lebih setengah abad silam, dijken di pinggir pantai pesisir Zeeland pecah dan bobol.

Tanggul raksasa setinggi 4,55 meter ini ternyata tidak tahan ombak dan badai, dibobol oleh air laut. Akibatnya, propinsi ini tenggelam, separuh tanahnya tersapu air, 1.800 orang meninggal dunia, belum lagi kerugian harta benda.
Tapi orang Belanda berjanji tidak akan melupakan bencana ini, dan akan mengamankan negerinya semaksimal mungkin. Setelah banjir besar itulah pemerintah Kerajaan Belanda mengadakan satu pekerjaan yang bernama proyek delta.
Proyek delta adalah pembendungan air laut dengan meletakkan bendungan terbuka, satu tanggul raksasa yang diletakkan di propinsi yang pernah tertimpa bencana. Proyek delta ini menghubungkan antara daratan Zeeland dengan pulau-pulau di sebelahnya dengan bendungan raksasa bernama Oostterschelde vloegkering.

Muara sungai 
Wilayah Belanda adalah muara dari dua sungai utama di Eropa, sungai Rijn dan sungai Maas yang mengalir dari daratan Eropa. Di dalam wilayah Belanda, air sungai besar ini terbagi menjadi sungai Maas, Waal, Rijn dan Ijssel. Ini membuat aliran air terpencar, dengan demikian arusnya tidak deras.

Selain empat sungai di atas, masih banyak sungai buatan dan kanal yang sengaja digali untuk memudahkan hubungan dari satu sungai ke sungai lainnya, melalui kota-kota tertentu. Transportasi air pun menjadi moda utama bagi perekonomian setempat. Sebab, sekaligus bisa menghubungkan Belanda dengan Jerman dan negara-negara di belakangnya melalui sungai Rijn. Sedangkan sungai Maas menghubungkannya dengan Belgia dan Perancis.

Meski sama sekali tidak memiliki wilayah pegunungan, Belanda juga punya tanah yang tinggi, misalnya di propinsi bagian selatan, di Limburg, yang berbatasan dengan Belgia dan Jerman. Ada bukit bernama Vaalserberg yang tingginya 323 meter, sekaligus menjadi tanah yang tertinggi di Belanda*




Sumber :  Nostalgie image by Google image

1 komentar: